(0778) 8075096 itcarebtklbatam@gmail.com

Pengendalian malaria yang tertuang dalam keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293/MENKES/SK/IV/2009 tangal 28 april 2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat yang bebas dari penularan malaria secara bertahap sampai 2030, dI Provinsi Jambi terdapat beberapa yang sudah Eliminasi Kota Sungai Penuh, Kab Kerinci dan Kota Jambi.

Koordinasi Dengan Kadinkes kab Kerinci

Kegiatan pemetaan luas wilayah Reseptifitas  wilayah ini  dimaksudkan agar diperoleh gambaran tentang wilayah memiliki faktor risiko lingkungan untuk malaria sekaligus prediksi tentang kemungkinan terjadinya dampak kesehatan  masyarakat berkenaan penyakit malaria dengan kegiatan ini diharapkan predikat eliminasi malria tetap terjaga.

Jenis Habitat Perindukan berupa Kubangan-Kubangan Ternak

Pada tangal 17 s.d 20 april telah dilaksanakan kegiatan tersebut di kabupaten kerinci di wlayah kerja puskesmas Jujun yang yang menjadi desa tujuan; Desa Keluru, Jujun dan Talang Lindung. Dalam pelaksanaan kegitan Tim BTKLPP kelas I Batam  yang terdiri dari 4  orang di bantu oleh Staf entomologi Dinas kesehatan  Provinsi Jambi, 2 orang Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin dan 1 orang staf puskesmas Jujun.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan

  1. Koordinasi ke DINKES Kab. Kerinci Untuk Penentuan lokasi dan penentuan pendamping
  2. Survei kepadatan jentik vektor Malaria
  3. Mendata jenis perindukan dan Pemetaan perindukan luas habitat Vektor Malaria
  4. Penangkapan nyamuk dimalam hari untuk mengetahui spesies dari Anopheles

Hasil Kegiatan

  1. Dari 3 desa yang menjadi sampel terdapat 2 desa yang ditemukan keberadaan vektor Malaria dengan ditemukan di desa talang lindung kepadatan jentik Nyamuk Anopheles 1/Cidukan, dan di Desa keluru ½ Cidukan.
  2. Jenis habitat perindukan vektor malaria berupan kubangan-kubangan dan bekas pijakan ternak yang ada disawah dengan luas habitat 5CM2 sampai dengan 4M2
  3. Spesies dari vektor Anopheles yang ditemukan adalah Anopheles hyrcanus Groub dan Anopheles Vagus.

Pengambilan sampel nyamuk dewasa dan pemeriksaan di labortorium  untuk mengetahui Spesies dari Anopheles

Saran dan tindak Lanjut yang diberikan;

  1. Perlu dilakukan pengelolaan lingkungan untuk mengendalikan vektor di tempat perindukan dengan mengatur pola tanam padi dan mencegah genanngan air melalui penimbunanan atau pengeringan sawah.
  2. Melakukan kegiatan Rutin Surveilans malaria untuk mencegah pendatang yang masuk membawa perasit malaria,
  3. Menbentuk tim terpadu dalam pengendalian malaria untuk menjaga status Elimisasi yang didapatkan oleh kabupaten kerinci.