(0778) 8075096 itcarebtklbatam@gmail.com

foto dari kanan Kadinkes Kab. Marangin,dua dari kanan Joko Srianto (BTKLPP Batam), Ketiga dari kanan dr Deni Nurudin (BTKLPP Batam) dan Tuti Ariani (BTKLPP Batam) Tampak Sedang Berkoordinasi dengan Dinkes Kab Marangin Provinsi Jambi.

Bangko.Pelaksanaan kegiatan kajian ini dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 20 April 2018 dengan Tim BTKLPP Batam yang terdiri dari dr. Deni Nurudin, Joko Srianto, Abdi Binsar Silaban dan Tuti Ariani. Kegiatan dimulai dengan Tim bertemu Kadinkes Kab. Merangin yang didampingi oleh Sekretaris Dinas untuk menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan secara detail. Kemudian Tim BTKLPP Batam dan Dinkes Kab.Merangin berangkat ke titik lokasi kegiatan di Desa Pulau Baru Kec. Batang Masumai untuk melakukan pengambilan sampel.

Sebelum melakukan pengambilan sampel, Tim berkoordinasi dengan pimpinan Puskesmas Batang Masumai dr. Iwan dan menyampaikan perihal aktifitas PETI di sekitar Desa Pulau Baru. Pengambilan sampel dilakukan di hulu sungai sebanyak 3 Sampel, di titik lokasi aktivitas PETI sebanyak 3 sampel dan di hulu sungai sebanyak 3 sampel.

Selanjutnya Tim juga melakukan pengambilan sampel air sumur gali yang ada di Puskesmas Batang Masumai dan perumahan penduduk dengan hasil pemeriksaan parameter lapangan pH dibawah baku mutu 5,97 dan di perumahan penduduk 6,11 (BM= 6,5 – 8,5) dengan kondisi air agak berminyak. Berdasarkan informasi dari dr.Iwan bahwasanya masyarakat masih menggunakan air sungai untuk MCK dan masih banyak ditemukan kasus penyakit kulit (gatal-gatal, dermatis).

Kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sampel air PDAM dan masyarakat pada umumnya menggunakan air minum yang berasal air minum isi ulang.

Aktifitas PETI masih terus dilakukan disepanjang Sungai Batang Masumai dengan menggunakan Excavator dan Dongfeng dan aktifitas PETI ini berbahaya bagi kesehatan karena menggunakan bahan logam berat Merkuri dalam pemisahan emas dengan kandungan lainnya.

Pelaksanaan kegiatan kajian ini dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 20 April 2018 dengan Tim BTKLPP Batam yang terdiri dari dr. Deni N, Joko S, Abdi S dan Tuti A. Kegiatan dimulai dengan Tim menghadap Kadinkes Kab. Merangin yang didampingi oleh Sekretaris Dinas untuk menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan secara detail. Kemudian Tim dan Dinkes Kab.Merangin berangkat ke titik lokasi kegiatan di Desa Pulau Baru Kec. Batang Masumai untuk melakukan pengambilan sampel.

Sebelum melakukan pengambilan sampel, Tim berkoordinasi dengan pimpinan Puskesmas Batang Masumai (dr. Iwan) dan menyampaikan perihal aktifitas PETI di sekitar Desa Pulau Baru. Pengambilan sampel dilakukan di hulu sungai sebanyak 3 Sampel, di titik lokasi aktivitas PETI sebanyak 3 sampel dan di hulu sungai sebanyak 3 sampel.

Selanjutnya Tim juga melakukan pengambilan sampel air sumur gali yang ada di Puskesmas Batang Masumai dan perumahan penduduk dengan hasil pemeriksaan parameter lapangan pH dibawah baku mutu 5,97 dan di perumahan penduduk 6,11 (BM= 6,5 – 8,5) dengan kondisi air agak berminyak. Berdasarkan informasi dari dr.Iwan bahwasanya masyarakat masih menggunakan air sungai untuk MCK dan masih banyak ditemukan kasus penyakit kulit (gatal-gatal, dermatis).

Kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sampel air PDAM dan masyarakat pada umumnya menggunakan air minum yang berasal air minum isi ulang.

Aktifitas PETI masih terus dilakukan disepanjang Sungai Batang Masumai dengan menggunakan Excavator dan Dongfeng dan aktifitas PETI ini berbahaya bagi kesehatan karena menggunakan bahan logam berat Merkuri dalam pemisahan emas dengan kandungan lainnya.(zs/fd)

Petugas BTKLPP Batam Sedang Mengambil Sampel

Petugas BTKLPP Batam Sedang Mengambil Sampel